Cerita Dewasa - Aku pulang sekolah. Siang itu kudapati pintu depan rumah tertutup, sehingga aku memutar lewat pintu belakang. Ternyata pintu belakang tidak terkunci. Rumah dan halaman sepi. Kang Marno, tukang kebun kami juga tidak kelihatan. Aku masuk pelan-pelan ketika kudengar suara-suara aneh di kamar mama. Kudengar mama mendesah kadang menjerit dan mengeluh. Dengan berjingkat aku menuju kamar mama. Ternyata pintunya sedikit terbuka. Dengan berdebar-debar, aku mengintip ke dalam.
Di dalam kamar, kulihat mama telentang tanpa sehelai benang pun di tempat tidur. Di atas tubuhnya, Kang Marno sibuk meremas payudara mama. Kadang-kadang mengulumnya sementara pantatnya naik turun di atas selangkangan mama. Tidak salah lagi keduanya sedang melakukan hubungan seks.
Mama menggeleng-gelengkan kepalanya sambil mendesah nikmat setiap Kang Marno menjebloskan kemaluannya ke bawah. Kedua tangannya meremas-remas pantat Kang Marno. Tiba-tiba Kang Marno mempercepat gerakannya. Pantatnya bergerak naik turun dengan cepat. Mama langsung berteriak-teriak histeris. Kedua tangan mama erat memeluk punggung Kang Marno. Lalu mama menjerit. Tubuhnya mengejang. Kakinya membelit pantat Kang Marno. Sementara Kang Marno menjatuhkan seluruh badannya ke tubuh mama. Kang Marno menggeram keras sambil memeluk mama erat-erat. Lalu keduanya lunglai sambil tetap bertindihan.
Mendadak Kang Marno menoleh ke arah pintu. Aku terkejut ketika mataku bertemu dengan mata Kang Marno. Tapi Kang Marno tidak bereaksi apa-apa. Ia malah mencium bibir mama dengan mesra. Aku segera berlalu kembali ke kamarku.
Setelah menaruh tas di meja belajar aku berbaring di tempat tidur. Meski mataku terpejam, adegan di kamar mama terbayang terus. Aku membayangkan bagaimana kalau yang menggantikan posisi mama adalah aku. Maklum Kang Marno lumayan ganteng. Jadi tidak heran kalau mama juga mau, apalagi papa tidak ada di rumah. Ketika aku meraba celana dalamku, ternyata sudah basah.
Hari Sabtu kebetulan sekolah pulang cepat, jadi aku buru-buru pulang karena aku tahu papa tidak ada di rumah. Mama dan Kang Marno hanya berduaan di rumah. Ternyata benar. Seperti yang dulu, pintu belakang tidak dikunci dan pintu kamar terbuka sedikit. Kali ini kulihat dari awal adegan mama dan Kang Marno. Mama duduk di tempat tidur membelakangi aku hanya memakai cd. Sementara Kang Marno sudah telanjang bulat berdiri di depan mama. Kulihat kemaluan Kang Marno besar dan tegang. Kali ini juga kang Marno melihatku lagi. Tapi ia cuek saja. Mama meraih kemaluan kang Marno dan menariknya mendekati mulutnya. Lalu mama menjilati kemaluan Kang Marno.
Kulihat Kang Marno sangat menikmatinya. Matanya terpejam sambil meremas rambut mama. Tidak hanya menjilati, mama juga mengulum kemaluan Kang Marno. Kang Marno mengerang. Aku makin tegang. Sesekali, tangan Kang Marno menyusup ke bawah meremas susu mama. Mama terus mengerjai kemaluan Kang Marno. Kang Marno makin meringis merasakan nikmat.
Mendadak mama menghentikan gerakannya lalu berbaring telentang sementara kakinya tetap berjuntai di tepi tempat tidur. Tapi rupanya Kang Marno maklum akan kemauan mama. Kang Marno melepas celdam mama, lalu Kang Marno jongkok di depan kemaluan mama. Kedua paha mama dinaikkan ke pundak Kang Marno. Lalu Kang Marno menjilati kemaluan mama. Mama meremas sprei tempat tidur sambil menggeliat. Apalagi saat Kang Marno memasukkan lidahnya ke dalam lubang kemaluan mama.
Di dalam kamar, kulihat mama telentang tanpa sehelai benang pun di tempat tidur. Di atas tubuhnya, Kang Marno sibuk meremas payudara mama. Kadang-kadang mengulumnya sementara pantatnya naik turun di atas selangkangan mama. Tidak salah lagi keduanya sedang melakukan hubungan seks.
Mama menggeleng-gelengkan kepalanya sambil mendesah nikmat setiap Kang Marno menjebloskan kemaluannya ke bawah. Kedua tangannya meremas-remas pantat Kang Marno. Tiba-tiba Kang Marno mempercepat gerakannya. Pantatnya bergerak naik turun dengan cepat. Mama langsung berteriak-teriak histeris. Kedua tangan mama erat memeluk punggung Kang Marno. Lalu mama menjerit. Tubuhnya mengejang. Kakinya membelit pantat Kang Marno. Sementara Kang Marno menjatuhkan seluruh badannya ke tubuh mama. Kang Marno menggeram keras sambil memeluk mama erat-erat. Lalu keduanya lunglai sambil tetap bertindihan.Mendadak Kang Marno menoleh ke arah pintu. Aku terkejut ketika mataku bertemu dengan mata Kang Marno. Tapi Kang Marno tidak bereaksi apa-apa. Ia malah mencium bibir mama dengan mesra. Aku segera berlalu kembali ke kamarku.
Setelah menaruh tas di meja belajar aku berbaring di tempat tidur. Meski mataku terpejam, adegan di kamar mama terbayang terus. Aku membayangkan bagaimana kalau yang menggantikan posisi mama adalah aku. Maklum Kang Marno lumayan ganteng. Jadi tidak heran kalau mama juga mau, apalagi papa tidak ada di rumah. Ketika aku meraba celana dalamku, ternyata sudah basah.
Hari Sabtu kebetulan sekolah pulang cepat, jadi aku buru-buru pulang karena aku tahu papa tidak ada di rumah. Mama dan Kang Marno hanya berduaan di rumah. Ternyata benar. Seperti yang dulu, pintu belakang tidak dikunci dan pintu kamar terbuka sedikit. Kali ini kulihat dari awal adegan mama dan Kang Marno. Mama duduk di tempat tidur membelakangi aku hanya memakai cd. Sementara Kang Marno sudah telanjang bulat berdiri di depan mama. Kulihat kemaluan Kang Marno besar dan tegang. Kali ini juga kang Marno melihatku lagi. Tapi ia cuek saja. Mama meraih kemaluan kang Marno dan menariknya mendekati mulutnya. Lalu mama menjilati kemaluan Kang Marno.
Mendadak mama menghentikan gerakannya lalu berbaring telentang sementara kakinya tetap berjuntai di tepi tempat tidur. Tapi rupanya Kang Marno maklum akan kemauan mama. Kang Marno melepas celdam mama, lalu Kang Marno jongkok di depan kemaluan mama. Kedua paha mama dinaikkan ke pundak Kang Marno. Lalu Kang Marno menjilati kemaluan mama. Mama meremas sprei tempat tidur sambil menggeliat. Apalagi saat Kang Marno memasukkan lidahnya ke dalam lubang kemaluan mama.
Kang Marno terus mengerjai selangkangan mama, sampai akhirnya mama menarik Kang Marno ke atas tubuh mama. Kang Marno setengah jongkok memasukkan kemaluannya ke vagina mama. Dengan sekali dorong, seluruh kemaluan Kang Marno masuk seluruhnya. Mama menggeliat. Kedua kaki mama membelit pinggang Kang Marno. Marno menjatuhkan tubuhnya ke atas tubuh mama. Lalu Kang Marno mulai menggenjot pantatnya. Mama berteriak histeris lalu lemas. Rupanya mama sudah sampai ke puncak.
Mama mendorong tubuh Kang Marno. Kang Marno menyingkir dan naik ke tempat tidur berbaring telentang sehingga terlihat jelas kemaluannya yang tegang dan basah oleh lendir mama. Mama kemudian naik ke atas tubuh Kang Marno. Pantat mama tepat berada di atas kemaluan Kang Marno. Tangan kanan mama memegang kemaluan Kang Marno untuk mengarahkan ke lubang vagina mama. Dengan perlahan, mama menurunkan pantatnya hingga batang kemaluan Kang Marno masuk seluruhnya.
Kini gantian mama yang bergerak naik turun. Kang Marno tidak tinggal diam. Kedua tangannya meremas-remas kedua susu mama. Mama makin mempercepat gerakannya dan kembali ia berteriak histeris sambil mengguncangkan badannya. Ah, mama sampai ke puncak lagi. Aku makin berkeringat.
Kumpulan Cerita Dewasa, Cerita Seks, Cerita Hot, Cerita Mesum, Cerita Ngentot, Cerita Panas, Cerita Seru, Cerita 17 tahun, Cerita Lucu, Cerita Serem
Marno kemudian membalikkan badan mama sehingga gantian menindih badan mama. Kang Marno langsung menaik turunkan pantatnya dengan gerakan cepat. Mama mengerang-erang. Gerakan Marno makin cepat-makin cepat, sampai akhirnya ia memasukkan kemaluannya dalam-dalam sambil menggeram dan memeluk mama dengan erat. Bersamaan dengan itu, mama kembali menejrit karena kembali mencapai puncak. Gila, Kang Marno bisa memaksa mama sampai tiga kali orgasme.
Aku segera berlalu dan kembali ke kamar. Kulepas celdamku yang basah oleh lendir. Permainan mama dan Kang Marno benar-benar merangsangku.
Hari Minggu mama dan papa pergi pagi-pagi sekali. Rencananya mereka akan pergi ke Singapura. Praktis hanya aku yang ada di rumah. Entah siapa yang menyuruh, ternyata Marno masuk kerja. Seperti biasa ia membersihkan kebun. Pukul 9 ketika aku sedang membaca majalah sambil nonton TV, kudengar suara gemericik air keran. Aku segera bangkit ke belakang untuk melihat keran yang barangkali bocor. Sampai di pintu belakang aku tertegun. Aku melihat Marno dalam keadaan telanjang bulat mandi dengan menggunakan selang.
Melihat Marno dalam keadaan seperti itu aku mulai terangsang. Apalagi Marno sekali-sekali menggosok kemaluannya dan menyiramnya dengan air. Aku makin terangsang. Aku lantas berbalik ke dalam dan menuju kamar. Dengan mata terpejam aku berbaring di atas tempat tidur. Terbayang Marno dalam keadaan telanjang bulat. Terbayang permainan Marno dengan Mama.
Mama mendorong tubuh Kang Marno. Kang Marno menyingkir dan naik ke tempat tidur berbaring telentang sehingga terlihat jelas kemaluannya yang tegang dan basah oleh lendir mama. Mama kemudian naik ke atas tubuh Kang Marno. Pantat mama tepat berada di atas kemaluan Kang Marno. Tangan kanan mama memegang kemaluan Kang Marno untuk mengarahkan ke lubang vagina mama. Dengan perlahan, mama menurunkan pantatnya hingga batang kemaluan Kang Marno masuk seluruhnya.
Kini gantian mama yang bergerak naik turun. Kang Marno tidak tinggal diam. Kedua tangannya meremas-remas kedua susu mama. Mama makin mempercepat gerakannya dan kembali ia berteriak histeris sambil mengguncangkan badannya. Ah, mama sampai ke puncak lagi. Aku makin berkeringat.
Kumpulan Cerita Dewasa, Cerita Seks, Cerita Hot, Cerita Mesum, Cerita Ngentot, Cerita Panas, Cerita Seru, Cerita 17 tahun, Cerita Lucu, Cerita Serem
Kumpulan Cerita Dewasa, Cerita Seks, Cerita Hot, Cerita Mesum, Cerita Ngentot, Cerita Panas, Cerita Seru, Cerita 17 tahun, Cerita Lucu, Cerita Serem
Marno kemudian membalikkan badan mama sehingga gantian menindih badan mama. Kang Marno langsung menaik turunkan pantatnya dengan gerakan cepat. Mama mengerang-erang. Gerakan Marno makin cepat-makin cepat, sampai akhirnya ia memasukkan kemaluannya dalam-dalam sambil menggeram dan memeluk mama dengan erat. Bersamaan dengan itu, mama kembali menejrit karena kembali mencapai puncak. Gila, Kang Marno bisa memaksa mama sampai tiga kali orgasme.
Aku segera berlalu dan kembali ke kamar. Kulepas celdamku yang basah oleh lendir. Permainan mama dan Kang Marno benar-benar merangsangku.
Hari Minggu mama dan papa pergi pagi-pagi sekali. Rencananya mereka akan pergi ke Singapura. Praktis hanya aku yang ada di rumah. Entah siapa yang menyuruh, ternyata Marno masuk kerja. Seperti biasa ia membersihkan kebun. Pukul 9 ketika aku sedang membaca majalah sambil nonton TV, kudengar suara gemericik air keran. Aku segera bangkit ke belakang untuk melihat keran yang barangkali bocor. Sampai di pintu belakang aku tertegun. Aku melihat Marno dalam keadaan telanjang bulat mandi dengan menggunakan selang.
Melihat Marno dalam keadaan seperti itu aku mulai terangsang. Apalagi Marno sekali-sekali menggosok kemaluannya dan menyiramnya dengan air. Aku makin terangsang. Aku lantas berbalik ke dalam dan menuju kamar. Dengan mata terpejam aku berbaring di atas tempat tidur. Terbayang Marno dalam keadaan telanjang bulat. Terbayang permainan Marno dengan Mama.






3 komentar:
keren ceritanya bos...tapi sayang koq ga selese ya.....
kang kami tetap memakai referensi yang diberikan oleh google user content secara otomatis walau tidak tampak kodenya tidak kami hapus referensi asli webnya, sori copas artikel memakai automatical posting by google reader "code google user tidak kami hapus, makasih sarannya" web kami hanya sebagai sebuah penelitian belaka untuk melihat reaksi search engine, kami memakai trick perhari minimal 40 posting dan copas dari google reader, google reader memberikan servis dan perlu aku manfaatkan untuk peternakan blogger, salam blogger.
keren ceritanya
mohon di share cara user content secara otomatis dan cara memakai automatical posting by google reader
terima kash
salam
bebens
bebens007@gmail.com
Poskan Komentar
Kasih Komentar Broo, Biar Tambah Hot Ceritanya